Welcome to My Blog ^^

Rabu, 26 April 2017

APATISME MASYARAKAT TENTANG PENGETAHUAN LINGKUNGAN DAN EKOSISTEM LAUT

1.                  Latar Belakang
Luas wilayah laut yang begitu besar menyebabkan Indonesia memiliki potensi sumber daya alam hasil kelautan yang cukup besar pula. Salah satu sumber daya laut yang dimanfaatkan oleh penduduk adalah sumber daya perikanan laut. Sumber daya perikanan laut ini, jika dikelola dengan baik maka manfaat yang diperoleh masyarakatpun akan banyak dan melimpah. Namun,dewasa ini pengelolaan sumber daya alam  laut yang kurang tepat telah terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Misalnya penangkapan ikan yang dilindungi dan kerusakan terumbu karang secara massal.
Berdasarkan pengalaman penulis, penangkapan ikan yang dilindungi secara hukum masih marak terjadi dibeberapa wilayah indonesia, perusakan terumbu karang oleh para nelayan dikarenakan cara penangkapan yang instan pun tak luput dari pengamatan. Hal ini merupakan indikasi dari kurangnya ilmu pengetahuan dan lingkungan tentang ekosistem di wilayah pesisir dan pantai yang diperoleh oleh masyarakat. Seharusnya masyarakat disekitar pesisir dan pantai dibekali dengan ilmu tersebut agar mampu mengelola sumber daya alam laut dengan baik dan tepat.
            Sosialisasi dari pemerintah serta tindakan yang tegas perlu dilakukan dengan segera, sehingga mengurangi apatisme masyarakat tentang lingkungan dan ekosistem sumber daya laut. Dengan begitu, kelestarian sumber daya laut dan sekitarnya dapat terus terjaga.

2.                  Pembahasan
Indonesia merupakan negera maritim dengan luas wilayah laut  5,4 juta km2, mendominasi total luas teritorial Indonesia sebesar 7,1 juta km2. Potensi tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara yang dikaruniai sumber daya kelautan yang besar termasuk kekayaan keanekaragaman hayati dan non hayati kelautan terbesar. Perbandingan luas wilayah laut Indonesia yang lebih besar daripada luas wilayah darat, tentunya berdampak terhadap potensi sumber daya alam yang dihasilkan. Dengan luas wilayah laut yang begitu besar menyebabkan Indonesia memiliki potensi sumber daya alam hasil kelautan yang cukup besar pula. Salah satu sumber daya laut yang dimanfaatkan oleh penduduk adalah sumber daya perikanan laut.
Sumber daya perikanan laut adalah potensi sumber daya di indonesia yang sejak dulu telah dimanfaatkan penduduk. Jika dilihat dari sebaran potensi ikannya, terlihat adanya perbedaan secara umum antara wilayah Indonesia bagian Barat dengan Timur. Di Indonesia bagian Barat , jenis ikan yang banyak ditemukan adalah ikan pelagis kecil.Sedangkan di kawasan Indonesia Timur, banyak ditemukan ikan pelagis besar. Bukan hanya sumber daya perikanan laut, namun indonesia juga kaya akan terumbu karang. Terumbu karang adalah batuan  sedimen kapur di laut yang terbentuk dari kapur yang sebagian besar dihasilkan dari koral (binatang yang menghasilkan kapur untuk kerangka tubuhnya). Indonesia merupakan negara yang memiliki terumbu karang terluas di dunia. Kekayaan terumbu karang Indonesia tidak hanya dari luasnya, akan tetapi juga keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya. Terumbu karang akan tumbuh dengan baik, salah satunya di Indonesia karena terletak di daerah tropis dengan suhu perairan yang hangat, sehingga banyak ditemukan terumbu karang di Indonesia. Terumbu karang memiliki banyak manfaat, yaitu : sebagai sumber makanan, mengurangi hempasan gelombang pantai yang dapat berakibat terjadinya abrasi, sebagai sumber perikanan yang dapat meningkatkan pendapatan para nelayan, dan lain sebagainya.
Kekayaan sumber daya alam laut yang melimpah ini akan membawa potensi yang sangat besar jika dikelola dan dijaga dengan baik. Namun begitu pula sebaliknya, bila sumber daya alam ini tidak dikelola dan dijaga dengan baik, maka yang timbul hanyalah kerusakan sumber daya alam atau bahkan kepunahan. Cara untuk menjaga kelestarian sumber daya alam laut adalah dengan mempelajari lingkungan dan ekosistem disekitar laut dan bagaimana cara pemeliharaan lingkungannya.
Sebagian besar masyarakat yang berada disekitar laut (pesisir) terkadang mengelola sumber daya alam tanpa memperhatikan aspek-aspek lingkungan disekitarnya. Seperti penangkapan ikan yang dilindungi oleh hukum, kerusakan terumbu karang dikarenakan cara penangkapan ikan yang salah serta pencemaran limbah di laut. Hal ini bisa terjadi dikarenakan masyarakat pesisir dan pantai belum mengetahui ilmu dan pengetahuan tentang lingkungan dan ekosistem disekitar pantai. Akibat yang dirasakan oleh tindakan yang kurang tepat dalam pengelolaan sumber daya laut yang salah mungkin tidak akan dirasakan oleh masyarakat pesisir secara langsung, namun dampak tersebut akan terasa setelah bertahun-tahun kemudian.
Oleh sebab itu, perlunya sosialisasi atau tindakan tegas dari pemerintah untuk pencegahan kerusakan sumber daya alam dengan pengolahan sumber daya alam yang tepat berdasarkan aspek lingkungan dan ekosistem disekitarnya. Masyarakat juga harus turut berperan aktif menjaga lingkungan dan ekosistem laut dan mematuhi UU yang berlaku di Indonesia untuk Indonesia yang lebih baik.

3.                  Kesimpulan
Kekayaan sumber daya alam laut Indonesia yang melimpah akan membawa potensi yang sangat besar jika dikelola dan dijaga dengan baik. Namun begitu pula sebaliknya, bila sumber daya alam ini tidak dikelola dan dijaga dengan baik, maka yang timbul hanyalah kerusakan sumber daya alam atau bahkan kepunahan. Cara untuk menjaga kelestarian sumber daya alam laut adalah dengan mempelajari lingkungan dan ekosistem disekitar laut dan bagaimana cara pemeliharaan lingkungannya.
Pengelolaan yang tidak tepat bukan semata-mata dilakukan secara sengaja oleh para nelayan, namun dikarenakan oleh para nelayan yang belum dibekali oleh ilmu-ilmu untuk penanganan sumber daya laut yang tepat. Oleh sebab itu, perlunya sosialisasi atau tindakan tegas dari pemerintah untuk pencegahan kerusakan sumber daya alam dengan pengolahan sumber daya alam yang tepat berdasarkan aspek lingkungan dan ekosistem disekitarnya.




4.                  Lampiran
Gambar 1. Penangkapan ikan napoleon yang dilindungi UU
Gambar 2. Kerusakan Terumbu Karan

DAFTAR PUSTAKA